Rabu, 20 Februari 2013

Tatanama Senyawa (sekali lagi tentang tatanama)

Informasi terakhir yang penulis ketahui, ada lebih dari 10 juta senyawa yang dikenal saat ini.  Wow..! Apa aja tuh? Siapa yang mau nyebutin? Ha ha ha.. Capek dech..!  Untuk keperlun pendataan, tentulah sekian senyawa yang jumlahnya aduhai itu harus dinamai semua satu demi satu.  Gak boleh ada yang terlewat.  Siapa yang ngurusin semua itu?  Tenang aja, ada IUPAC, International Union of Pure and Applied Chemistry.  Perhimpunan ahli kimia murni dan terapan Internasional.

Bagi kita-kita yang kebetulan harus berurusan dengan penamaan senyawa kimia, “anak sekolahan, terutama kelas X”, saya punya sedikit tip yang mungkin bisa berguna, disamping bisa langsung sowan ke sumbernya sono (IUPAC) tentunya.

Dalam penamaan senyawa, sebaiknya dipahami bahwa penamaan senyawa dikelompokkan atas senyawa kovalen biner, senyawa ion, senyawa basa, senyawa garam dan senyawa asam.  Masing-masing punya aturan sendiri-sendiri.  Mari kita cermati satu per satu.  Senyawa kovalen biner diberi nama dengan cara menggabungkan nama masing-masing unsur dan diberi akhiran -ida (English : -ide).  Jumlah atom masing-masing unsur dicantumkan dengan prefiks/awalan mono, di, tri tetra dst.  Awalan mono pada nama unsur pertama tidak perlu dicantumkan.  Contoh :

NO       : nitrogen monoksida (nitrogen monoxide)
NO2    : nitrogen dioksida (nitrogen dioxide)
N2O    : dinitrogen monoksida (dinitrogen monokside)
N2O3 : dinitrogen trioksida (dinitrogen trioxide)
N2O5 : dinitrogen pentoksida (dinitrogen pentoxide)
PCl5   : fosfor pentaklorida (phosphorus pentachloride)
Kedua, senyawa ion.  Senyawa jenis ini diberi nama dengan cara menggabungkan nama ion kation dan nama anion penyusunnya, tanpa ada prefiks/awalan mono, di, tri dan sebagainya.  Contoh :
FeCl2 : besi(II) klorida atau iron(II) chloride  bukan besi(II) diklorida
FeCl3 : besi(III) klorida atau iron(III) chloride
Cu(NO3) : tembaga(I) nitrat atau copper(I) nitrate
Cu2S   : tembaga(I) sulfida
CuS      : tembaga(II) sulfida
Ketiga, senyawa basa.  Senyawa basa merupakan senyawa ion, tetapi anionnya berupa ion hidroksida (OH-).  Diberi nama dengan menyebutkan nama kation diikuti kata “hidroksida” atau “hidroxide“. Contoh :
NaOH : natrium hidroksida (hanya punya satu bilangan oksidasi, tidak disebutkan)
HgOH : raksa(I) hidroksida
Hg(OH)2 : raksa(II) hidroksida
Keempat, senyawa garam.  Merupakan senyawa ion, dengan ion negatifnya berupa selain OH-, O2-, N3-.  Penamaan sama dengan senyawa ion yang lain.
Kelima, senyawa asam.  Senyawa asam merupakan senyawa kovalen polar.  Dalam air terurai menjadi ion H+ dan ion sisa asam (anion sisa asam).  Senyawa ini diberi nama dengan cara menggabungkan kata “asam” dirangkai dengan nama ion sisa asamnya.  Contoh :
HCl : asam klorida
HBr : asam bromida
HNO2 : asam nitrit
HNO3 : asam nitrat
Demikian, semoga berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar